Usai Jumenengan, Mangkunegara X Ziarah ke Makam Trah Mataram


KOKSTI.COM – Usai prosesi adat Jumenengan Dalem, Sabtu (12/3) KGPAA Mangkunegara X segera memulai sejumlah kegiatan. Diawali dengan ziarah ke makam-makan trah Mataram yang tersebar di beberapa tempat.

“Agenda pertama setelah jumeneng Mangkunegara X adalah Wilujengan (syukuran) Ruwahan Pura Mangkunegaran,” ujar Wedana Satriyo KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, saat ditemui, Selasa (15/3).

Dalam tradisi Jawa Ruwahan adalah ziarah ke makam leluhur yang dilakukan saat bulan Ruwah atau menjelang Puasa. Namun, lanjut Lilik, setelah dinobatkan menjadi adipati, KGPAA Mangkunegara X tidak diperbolehkan untuk nyekar atau berziarah.

“Dalam Wilujengan itu, Kanjeng Gusti itu sudah tidak boleh nyekar lagi kan. Makanya diadakan utusan. Jadi diberangkatkan dari sini dengan wilujengan, wilujengan ageng (besar) di pendopo, disaksikan oleh beliau. Habis itu secara simbolis memberi bunga untuk disebar ke seluruh makam-makam Mataram dan punggowo baku,” terang dia.

BACA JUGA:
Bhre Cakrahutomo Resmi Diangkat sebagai Mangkunegara X, Ini 5 Fakta MenariknyaBentuk Pemerintahan Monarki dan Jenisnya, Ketahui Berbagai Contoh Negaranya

Menurut Lilik, para leluhur dimaksud tersebar di Imogiri, Kota Gede dan Wonogiri. Untuk prosesinya, lanjut dia, akan ada ambengan atau nasi yang ditempatkan dalam tampah disertai lauk pauk lengkap di pendopo.

“Nanti di selatan itu ada abdi dalem Yogis Woro yang menghadap ke dalam atau berhadapan dengan KGPAA Mangkunegara X. Dalam rangka wilujengan itu, zikir dan tahlil selesai. Kemudian beliau memberikan tanda simbol,” terang Lilik.

Agenda selanjutnya yang akan dilakukan Mangkunegara X adalah tradisi Syawalan. Nantinya KGPAA Mangkunegara X akan menggelar semacam open house saat Lebaran. Para kerabat yang akan bersalaman atau sungkem dipersilakan.

“Untuk Syawalan atau tidak belum terpikir, kan beliau baru lenggah (naik tahta). Tetapi para abdi dalem sudah menyiapkan jadwal-jadwal agenda di sini,” katanya.

BACA JUGA:
Mengenal Tari Bedhaya Anglir Mendhung, Tarian Sakral saat Pengukuhan Mangkunegara XGPH Bhre Resmi Dinobatkan Sebagai Penerus Tahta Mangkunegaran, Begini Sosoknya

Lilik menambahkan, syawalan di Pura Mangkunegaran merupakan agenda rutin seusai Idul Fitri. Namun saat pandemi, meski tetap digelar, namun hanya terbatas di dalam saja.

[eko]

Artikel Asli

Sumber: KOKSTI.COM




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com