Terobosan Baru Kisah Remaja Pixar


Film Turning Red adalah terobosan baru dari Pixar yang membawa beragam pembaruan dari studio berusia 36 tahun ini. Membawa nostalgia dengan visual mengagumkan, daya tarik film ini terdapat pada berbagai pesan yang dihadirkan, bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

Sinopsis film Turning Red

Berlatar tahun 2002, Mei Lee (Rosalie Chiang) merupakan seorang siswi berusia 13 tahun keturunan China-Kanada. Ia mengidolakan boyband bernama 4*Town bersama dengan tiga orang temannya, Miriam (Ava Morse), Abby (Hyein Park), dan Priya (Maitreyi Ramakrishnan).

Mei Lee
via Disney+

Ia beserta sang ibu, Ming Lee (Sandra Oh), memiliki bisnis kuil tertua di Kanada yang memiliki hubungan gaib dengan panda merah. Mulai memasuki masa remaja, Mei menerima tradisi yang turun temurun terjadi di keluarganya: bisa berubah menjadi panda merah ketika merasa emosional.

Awalnya, Mei merasa malu dengan perubahan tersebut. Tapi ketika teman-teman sekolahnya mengagumi panda merah tersebut, ia akhirnya memanfaatkan berkah tersebut untuk mengumpulkan uang demi membeli tiket menonton konser 4*Town di kotanya.

Mengandung pesan bermakna

Turning Red adalah film terbaru Pixar yang tetap menyenangkan bagi penonton muda walau menawarkan tema dan cerita yang besar. Seperti Coco (2017), Luca (2021), Enchanto (2021), dan yang terbaru adalah Turning Red.  

Film Turning Red memang mengisahkan tentang keluarga China di Kanada, tapi pesan yang disampaikan mencakup semua generasi dan setiap orang yang pernah mengalami ketakutan pada saat beranjak dewasa maupun kebingungan menentukan pilihan hidup.

Mei, Abby, Miriam, dan Priya
via Disney+

Ceritanya dibuat ringan dan mudah untuk diikuti. Tapi dibalik itu, ada banyak pesan mengenai hubungan antar keluarga dan menjadi diri sendiri. Semuanya dikemas dengan unsur komedi dan gambar unyu khas animasi Pixar.

Tapi bukan Pixar namanya jika hanya menghadirkan film-film dengan format yang sama. Kali ini, Turning Red menghadirkan cerita yang berbeda tentang bagaimana seorang remaja tumbuh dewasa dalam sebuah keluarga dan memiliki pertentangan dengan tradisi.

Ming Lee dan Mei Lee
via Disney+

Film ini juga tidak mencoba untuk menyalahkan perubahan atau menganggap tradisi adalah sesuatu yang kuno atau kolot. Tapi Domee Shi, sang sutradara, menggabungkan keduanya. Menerangkan bagaimana budaya dinamis dan berubah mengikuti perkembangan zaman.

Seperti film Pixar lainnya, ada banyak tema yang diangkat. Mulai dari rasa ingin tahu milik remaja, keberanian, menjadi diri sendiri, pertemanan dan kerja tim, dan tentu saja mengenai keluarga serta tradisi yang semakin terlupakan.

Bukan hanya untuk satu generasi

Film Turning Red merupakan properti Pixar ke-25. Dan film ini merupakan film panjang Pixar pertama yang disutradarai oleh wanita. Sebelumnya, Domee Shi lebih dulu mengarahkan film pendek berjudul Bao (2018) yang memenangkan Animasi Pendek Terbaik dalam Oscar 2019.

Abby, Miriam, dan Priya di film Turning Red
via Disney+

Didukung oleh temannya dari Pixar, Domee mengerjakan tiga konsep mengenai cerita coming-of-age atau tentang remaja yang semuanya merupakan pengalamannya tumbuh dan berkembang sebagai keturunan China dan Kanada di Toronto.

Berlatar di era awal 2000-an, Domee menangkap keseruan remaja penyuka boyband yang terombang-ambing dalam kehidupannya; semua perubahan dari anak-anak menjadi remaja serta tekanan dari keluarga yang menginginkan ‘kesempurnaan’.

Ia menggabungkan narasi masa depan dalam kondisi Mei dalam sebuah metafora untuk pubertas. Perubahan tubuhnya secara tiba-tiba yang membuatnya takut (menjadi panda) diperparah dengan sang ibu yang mencoba membantu dengan memberikan semua merek pembalut. Jauh lebih dari sekadar adegan komedik semata.

film Turning Red
via Disney+

Panda merah juga merupakan simbol tersendiri yang menarik untuk digali. Kuat, liar dan bertenaga seringkali disalahartikan sebagai hal yang harus dihilangkan. Tapi sang ayah juga menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki sisi kelam. Mei harus bisa berdamai dengan ‘panda’ dalam dirinya.

Hubungan yang berantakan antara Mei dan sang ibu juga menjadi manifestasi antara pertentangan tradisi dan perubahan zaman. Mei yang tumbuh dalam lingkungan sekolah yang majemuk harus mengikuti sang ibu yang konvensional. Ia berada pada pilihan mengikuti tradisi atau apa yang sebenarnya ia sukai.

Lebih lanjut, Domee fokus pada generational trauma, yaitu konsep mengenai tekanan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi. Seperti sang nenek yang membatasi semua yang dilakukan oleh sang ibu. Pembatasan ini juga dilakukan oleh Ming kepada Mei dalam sikapnya yang overprotective.

pemeran film Turning Red
via Disney+

Para pemeran hingga pendukung di balik layar yang beragam merupakan bukti bahwa film ini bukan hanya untuk satu generasi atau satu etnis saja. Tapi sebagai pengingat bahwa ketakutan atas perubahan menjadi dewasa dialami oleh semua anak-anak di seluruh dunia.

Ekspresif dan penuh nostalgia

Animasi visual yang detail dan ekspresif membawa lebih banyak emosi dan tentu saja mendukung gaya komedi deadpan dalam film ini. Tak ketinggalan momen-momen lucu dan gemas dari panda dan teman-teman Mei.

Mengambil latar 2000-an, ada banyak unsur nostalgia yang terasa. Mulai dari Tamagochi, handphone Nokia lipat, serta boyband 4*Town dengan vibe serasa NSYNC atau Backstreet Boy. BTW, ‘Nobody Like U’ ditulis oleh Billie Eilish dan saudaranya Finneas O’Connell yang juga menyuarakan Jesse 4*Town dalam film ini.

Panda, Abby, Miriam, dan Priya
via Disney+

Menyaksikan film ini merupakan pengalaman sinematik tersendiri yang mungkin sedikit berkurang karena ditayangkan di Disney+, bukannya di bioskop. Tapi itu tak mengurangi potensi yang dimiliki oleh animasi yang penuh dengan keragaman ini.

Pixar mampu membawa film Turning Red dalam gaya baru untuk mengekspresikan emosi dan perkembangan seorang anak menjadi remaja dalam cerita yang menyentuh. Menyadarkan bahwa perubahan memang menakutkan, tapi tetap bisa menyenangkan dan melegakan.

Genre: Animasi

Sutradara: Domee Shi

Penulis: Domee Shi, Julia Cho, Sarah Streicher

Pengisi Suara: Rosalie Chiang, Sandra Oh, Ava Morse, Hyein Park, Maitreyi Ramakrishnan

Rekomendasi Film

8/10

Summary

Pixar mampu membawa film Turning Red dalam gaya baru untuk mengekspresikan emosi dan perkembangan seorang anak menjadi remaja dalam cerita yang menyentuh. Menyadarkan bahwa perubahan memang menakutkan, tapi tetap bisa menyenangkan dan melegakan.


KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com