Terduga teroris dokter Sunardi ditembak, MUI malah kecewa pada Densus 88: Mereka tak perangi teroris di Papua!


KOKSTI.COM —  Detasemen Khusus 88 (Densus 88) telah menembak mati terduga teroris dokter Sunardi. Namun, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas masih mengaku kecewa karena teroris sesungguhnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tak diperangi seperti yang lain.

Anwar Abbas mengatakan di Papua KKB telah menimbulkan korban dalam jumlah yang tidak sedikit. Terlebih banyak korban adalah masyarakat sipil.

Banyak korban jatuh akibat KKB di Papua

 “Di sana korban yang berjatuhan baik yang luka-luka atau mati karena ditembak dan dibunuh oleh KKB sudah cukup banyak,” kata Anwar Abbas seperti yang dikutip dari Galamedia jaringan KOKSTI.COM pada Jumat, 11 Maret 2022.

Anwar Abbas Wakil Ketua MUI tantang Densus 88 perangi KKB Papua (ist)

Anwar Abbas yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah itu mengatakan terlebih baru-baru ini, pada tanggal 2 Maret 2022 sebanyak 8 orang karyawan Palapa Timur Telematika tewas ditembak KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

“Evakuasi jenazah korban juga sempat terkendala akibat cuaca dan baru dilakukan kemarin, Senin, 7 Maret 2022,” ujarnya.

Terbaru 8 orang dibantai KKB

Dia mengaku miris dan bersedih ketika melihat keadaan korban, khususnya yang sampai meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena sebenarnya korban-korban tersbut sedang menjalankan tugasnya yakni memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 milik PT. Telkomsel.

Baca Juga: Sunardi didor Densus 88, pengacara Habib Rizieq minta Jokowi juga ditangkap sebab terkait teroris Farid Okbah

 “Kami sedih karena saudara-saudara kita yang sedang bekerja tersebut tewas dibunuh oleh sang teroris,” terangnya.

Dia mengaku kecewa karena Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) belum melakukan tindakan yang dinilai efektif untuk menumpas terorisme di bumi Papua.

Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Papua dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang tengah berusaha memberantas teroris di Papua Dok. KOKSTI.COM

“Kami juga kecewa karena terkesan BNPT dan Densus 88 tidak dan belum berbuat banyak dalam memberantas dan memerangi terorisme di Papua,” tegasnya.

Rakyat Papua resah

KKB, kata Anwar Abbas, sudah menyebabkan rakyat Papua tidak dapat merasakan ketenangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Bahkan, Anwar Abbas menduga TNI dan Polri juga takut terhadap KKB, meski sebagai manusia biasa hal itu juga wajar. Ini terkait sulitnya medan dan perbedaan karakteristik musuh yang dihadapi disana.

Baca Juga: Pengakuan rekan dan tetangga dr. Sunardi yang didor Densus 88: Berjalan tertatih pakai tongkat tak mungkin…

Sebelumnya, KKB di Papua telah membunuh 8 orang karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua pada Rabu, 2 Maret 2022.

Aparat masih melakukan penyelidikan

Pada kesempatan itu, Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Muhammad Firman di Timika mengungkapkan bahwa upaya tindakan terhadap para anggota KKB yang telah melakukan tindak pidana adalah tetap sebagai komitmen aparat TNI-Polri.

Baca Juga: Tagar pray for dokter Sunardi bergema, ditembak mati Densus 88 tapi disebut baik sering beri pengobatan gratis

“Kami tetap berkomitmen untuk melakukan upaya penegakan hukum karena apa yang mereka lakukan itu merupakan sebuah tindak pidana,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus menggali keterangan dari para personel di lapangan terkait identitas para pelaku penyerangan yang akhirnya mengakibatkan terbunuhnya 8 orang karyawan PTT.

 

Artikel Asli

Sumber: hops.id




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com