Review Film Fistful of Vengeance (2022): Film Penutup yang Sia-Sia


Film Fistful of Vengeance langsung melanjutkan petualangan Iko Uwais sebagai Kai Jin, a.k.a Wu Assassins yang ingin membalaskan dendam atas terbunuhnya orang yang dicintainya. Tak lagi menjadi serial TV, Netflix mengubahnya menjadi film aksi penuh adegan brutal yang melepas semua potensi sebagai salah satu film Asia terbaik di Netflix.

Sinopsis film Fistful of Vengeance

Setelah kematian Jenny, sang kakak Tommy (Lawrence Kao), Lu Xin (Lewis Tan), dan yang saat ini menjadi Wu Assassin, Kai Jin (Iko Uwais), berada di Bangkok. Mereka bertiga mencari jawaban tentang pembunuhan Jenny hanya dengan satu petunjuk, sebuah batu purba yang ditemukan di dekat mayat Jenny.

pemeran film Fistful of Vengeance
via Netflix

Setelah membunuh beberapa makhluk penghisap chi bernama jiangshi, mereka bertemu William Pan (Jason Tobin). Pan adalah seorang pengusaha yang berkekuatan super dan ingin menjaga kembali keseimbangan dunia setelah kematian Wu Warlords.

Pan meminta bantuan Kai sebagai Wu Assassins untuk membunuh bos besar di dunia kejahatan, Ku An Qi (Yayaying Ratha Phongam) yang berencana untuk melebarkan sayapnya dan menguasai dunia.

Melanjutkan serial Netflix

Dilihat dari premis yang ditawarkan; balas dendam atas kematian orang yang disayang serta pertempuran untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan jahat, film Fistful of Vengeance memiliki berbagai cara untuk membuat tontonan aksi yang penuh adrenalin.

Tapi ada banyak pertanyaan demi pertanyaan yang tercipta lewat cerita yang membingungkan dari awal hingga akhir. Mengingat film ini pada awalnya akan diadaptasi sebagai serial TV yang panjang, menjadikannya satu film berdurasi 94 menit pastinya berisiko jadi berantakan.

Lewis Tan di film Fistful of Vengeance
via Netflix

Kesalahan terbesar pada film ini adalah progresi plot dan narasi yang seakan saling bertubrukan. Bagaikan menyusun sebuah puzzle, tapi malah jadi semakin acak dan tak berbentuk. Belum lagi editan yang mungkin hanya bisa disaingi oleh sinetron azab Indosiar.

Naskahnya dibuat untuk menyandingkan cerita aksi yang berkaitan dengan mistis, seperti Yin dan Yan atau jianshi (vampir pembunuh dari China), dan mempertaruhkan keselamatan dunia. Tapi semuanya tak pernah bisa menghadirkan ketegangan yang berterima. Ini dunia mau berakhir, loh?!

Palet warna keseluruhan film tak beraturan. Kadang berwarna agak kebiru-biruan, lainnya berwarna kekuningan. Sebagian besar film Hollywood yang berlatar Asia selalu menggunakan palet kuning? Cuma kali ini terlalu kuning sampai seperti setiap adegan layaknya sore hari.

karakter di film Fistful of Vengeance
via Netflix

Adegan aksi yang (sedikit) intens disandingkan dengan komedi, begitu pula adegan erotis khas film Netflix ditambah F-bombs yang bertebaran dari semua karakter. Tapi semua itu tak begitu signifikan membantu film ini menjadi lebih menyenangkan untuk ditonton.

Abaikan potensi Iko Uwais dan Lewis Tan

Hollywood memang mengembangkan serial yang menyasar pasar Asia dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai konten bela diri menghadirkan pemeran utama Asia, seperti serial Warrior (2019) dari HBO, hingga Shang Chi and the Legends of the Ten Rings (2021) milik Disney.

Netflix pun sebenarnya memperkenalkan serial Wu Assassins sebagai gerbang utama untuk menarik pasar Asia. Ketika dirilis tahun 2019 lalu, serial ini memang tak begitu digemari kritikus tapi banyak mendapatkan perhatian dari penonton yang memuji gaya aksi dan narasi yang ditawarkan.

Kai Jin
via Netflix

Pertarungan baku hantam dan adegan gore bertebaran tak cukup untuk membuat film ini menyenangkan untuk ditonton. Sungguh sia-sia, mengingat Iko Uwais dan Lewis Tan merupakan satu diantara sekian nama besar di industri film bergenre beladiri saat ini.

Sama seperti serialnya, Kai dan Wu tak diberikan banyak hal selain diperdayakan sebagai bintang untuk keperluan aksi saja. Mengubur potensi yang dimiliki oleh Iko dan Lewis yang sebenarnya bisa membawa lebih banyak makna pada karakter yang mereka perankan.

Tak ada momen bagi pemeran mendapatkan arc dan perkembangan karakter untuk memberikan sisi emosional di sepanjang cerita. Praktis hanya Preeya (Francesca Corney) yang mendapatkan latar belakang untuk menggiring simpati pada karakternya. Sedang kehadiran agen interpol Zama (Pearl Tushi) hanya menjadi love interest yang tak dijelaskan lebih lanjut.

Lu Xin
via Netflix

Plot yang tak selaras dan seakan dipaksakan berlanjut hingga third act. Setiap orang datang tanpa alasan yang jelas, bertarung, hingga akhirnya sang villain utama berhasil dikalahkan. Sudah, semua senang semua menang.

Hanya jadi film aksi biasa

Roel Reiné yang didapuk sebagai sutradara sepertinya ingin menghadirkan film aksi yang tak biasa dan brutal di mana para karakter akan saling menyerang dengan parang dan benda lainnya untuk memenangkan pertarungan.

Yayaying Rhatha Phongam sebagai Ku An Qi
via Netflix

Reiné bahkan mempersiapkan sebuah teknik kamera khusus menggunakan rig kamera otomatis yang diprogram berdasarkan algoritma tersendiri. Sehingga pemeran harus menyesuaikan koreografi mereka dengan setiap pergerakan robot.

Pergerakan kamera menjadi mekanis, dan terlihat penuh dengan transisi digital. Memang gambar yang dihasilkan terasa estetik, menampilkan adegan perkelahian yang unik dan sinematik. Tapi sayangnya, cara ini membuat koreografi pertarungan terasa monoton dan terbatas.

Sepertinya inilah yang bisa merangkum film ini. Keinginan Reiné untuk menghadirkan tontonan penuh aksi malah mengabaikan faktor lainnya yang membuat sebuah film menarik untuk diikuti, yaitu kisah yang padat dan bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari semua pemerannya.

film Fistful of Vengeance 2022 di Netflix
via Netflix

Film Fistful of Vengeance tak ubahnya seperti episode spesial bagi penggemar Wu Assassins; memberikan jawaban atas akhir musim pertama yang menggantung. Tak memanfaatkan potensi besar yang disediakan dalam bentuk premis maupun aktor. Hanya menjadi tambahan yang mungkin tak tersentuh dari ribuan entry dalam genre aksi Netflix. 

Genre: Aksi

Sutradara: Roel Reiné

Penulis Naskah: Cameron Livtack

Pemeran: Iko Uwais, Lewis Tan, Lawrence Kao

Review Film

4/10

Summary

Film Fistful of Vengeance tak ubahnya seperti episode spesial bagi penggemar Wu Assassins; memberikan jawaban atas akhir musim pertama yang menggantung. Tak memanfaatkan potensi besar yang disediakan dalam bentuk premis maupun aktor. Hanya menjadi tambahan yang mungkin tak tersentuh dari ribuan entry dalam genre aksi Netflix.


KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com