Polda Metro Jaya Ungkap Motif Kejahatan Jalanan yang Libatkan Anak di Bawah Umur


KOKSTI.COM, Jajaran Polda Metro Jaya meringkus 7 dari 14 anggota gangster yang melukai 3 warga Depok. Ironisnya, ketujuh pelaku yang ditangkap rata-rata masih di bawah umur.

“Data hasil pengungkapan sebagian besar didapatkan fakta bahwa semua pelaku di TKP (tempat kejadian perkara) terungkap rata-rata usia di bawah 20 tahun atau usia belasan tahun yang pekerjaannya adalah pelajar,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Jumat (11/3/2022).

Tubagus menyatakan bahwa klaster kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur semuanya hampir sama kasusnya. Ada tiga klaster yang teridentifikasi, yakni penyakit masyarakat, kenakalan remaja, dan pelaku kriminal.

Masih kata Tubagus, para pelaku biasanya berkumpul dalam satu wadah/komunitas. Kemudian mereka menunjukan jati diri sebagai pemberani dengan melakukan beragam aksi kejahatan.

“Agar bisa disebut kelompok yang kuat maka harus dilakukan tindakan berani, identifikasinya berani melukai orang lain seperti yang terjadi di Depok,” sambungnya.

Korban dengan pelaku biasanya tidak memiliki hubungan khusus atau saling mengenal satu sama lain. Hanya saja, mereka ingin dianggap atau dilihat sebagai kelompok yang kuat, sehingga para korban yang masuk ke dalam kelompok lain kerap dianggap sebagai musuh.

Selain itu, mereka juga sering memanfaatkan media sosial dalam melakukan aksi kejahatan untuk mendapatkan cap atau sebutan kelompok hebat. 

“Mereka ini memfasilitasi kegiatannya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan lain sebagainya. Ini agak unik, contohnya seperti kejadian tawuran yang diabadikan langsung di beberapa media sosial agar terekspos dan mereka bisa diidentifikasi sebagai kelompok hebat,” terangnya.

Dari hasil analisis dan identifikasi tersebut maka akar permasalahan dari maraknya kejahatan jalanan ini bersumber pada satu titik, yakni masalah sosial.

Atas dasar itu, Polda Metro Jaya bersama jajaran melakukan diskusi lebih lanjut dan membentuk tim khusus dalam rangka pencegahan tindak kriminal atau kejahatan jalanan.

“Karena kepolisian modern ini mencegah terjadinya kejahatan, bukan hanya melakukan pengungkapan. Dari masalah sosial, kami tekankan ke ketahanan keluarga, sekolah, hingga organisasi untuk mencegah terjadinya kejahatan ini,” jelas Tubagus.

“Di sisi lain, orientasi kriminal kepolisian juga wajib melakukan tindakan hukum yang tegas dan terukur,” pungkasnya.[]

Artikel Asli

Sumber: akurat.co




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com