Komisi IX DPR: Perpanjangan Masa Kedaluwarsa Vaksin Tetap Aman untuk Masyarakat


Ketua dewan pembina Cap Go Meh Charles Honoris Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris ikut mengomentari perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Perpanjangan 9 hingga 12 bulan.

Menurut Charles, perpanjangan tersebut masih dalam batas yang wajar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait efek sampingnya.

“Kedua, WHO sendiri sudah menyampaikan bahwa masa kedaluwarsa vaksin itu tidak mempengaruhi keamanan dari vaksin. Bahwa ini akan tetap aman,” kata Charles saat meninjau vaksinasi booster bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri 9 Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (15/3/2022).

Charles menyebut, perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin COVID-19 kemungkinan akan berpengaruh pada khasiat, bukan keamanan. Hal tersebut pun sudah diuji secara ilmiah oleh BPOM sehingga lembaga tersebut memberikan batas perpanjangan dengan tetap mengutamakan efektivitas.

“Oleh karena itu hasil uji scientific itulah yang menentukan bahwa perpanjangan ini bisa dilakukan untuk beberapa waktu. Misalnya 3 atau 6 bulan. Jadi ada masa jangka waktunya,” ujar Charles.

Charles tidak ingin berkomentar banyak terkait efektivitas vaksin tersebut. Dia menuturkan, BPOM-lah yang memiliki wewenang secara penuh.

“Sekali lagi, BPOM lah yang memiliki kewenangan melakukan uji dan memastikan bahwa obat-obatan atau vaksin yang digunakan masih layak dan memberikan khasiat yang optimal untuk memberikan perlindungan dari Covid-19,” imbuh Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kesehatan ini.

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin booster COVID-19 di Gedung Smesco di Jakarta pada Senin (7/3/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Terakhir, Charles mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada di masa-masa transisi menuju endemi. Terlebih mulai muncul varian dan subvarian yang memicu lonjakan penularan di sejumlah negara, seperti BA.2.

“Memang menuju fase endemi juga bukan berarti kita bisa los semuanya, tetap harus waspada memperhatikan kondisi yang ada di lapangan dan memperhatikan kondisi yang terjadi di dunia,” tutup politikus muda PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, BPOM RI memperpanjang batas kedaluwarsa vaksin COVID-19. Hal ini disampaikan Kepala BPOM Penny Lukito.

Saat ini BPOM memberikan persetujuan perpanjangan batas kedaluwarsa untuk vaksin COVID-19 dari 6 (enam) bulan menjadi sebagai berikut:

Vaksin COVID-19 Bio Farma dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan;

Vaksin COVID-19 Sinopharm kemasan 1 dosis prefilled syringe dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan;

Vaksin Zifivax dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan;

Vaksin COVID-19 Sinopharm kemasan 2 dosis/vial dengan batas kedaluwarsa 9 (sembilan) bulan;

Vaksin COVID-19 AstraZeneca bets tertentu yang diproduksi oleh Catalent Anagni S.R.L., Italia dengan batas kedaluwarsa 9 (sembilan) bulan.

Pfizer-Biontech COVID-19 Vaccine (Comirnaty) dengan tempat/site produksi di Pfizer Manufacturing Belgium, Puurs, Baxter dirilis Biontech dan Mibe dirilis Biontech dengan batas kedaluwarsa 9 (sembilan) bulan;

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com