Ketika Raden Rahmat Dijuluki Sunan Ampel


JAKARTA – Usai prosesi pernikahan Raden Rahmat dan Dewi Chandrawati di istana Majapahit selama tujuh hari tujuh malam, Dewi Chandrawati tak dapat mengelak ketika hendak diboyong suaminya ke Ampeldenta.

Meski ia seorang putri Raja besar, tetapi sebagai seorang muslimah yang baik, Dewi Chandrawati harus berbakti kepada sang suami yang sehari-harinya bertugas mengelola pesantrennya di Ampeldenta Surabaya.

Seiring dengan perkembangan waktu, nama Raden Rahmat sebagai ulama di kawasan Ampeldenta makin terkenal. Tak ayal, masyarakat pun berbondong-bondong hendak berguru kepadanya.

Baca juga: Sunan Ampel Dapat Hadiah dari Raja Majapahit, Kira-Kira Apa Ya?

Sebelumnya, Raden Rahmat telah berhasil menghilangkan sifat-sifat buruk atau penyakit-penyakit hati para nayaka praja dan para putra-putri kaum bangsawan, hingga akhirnya mereka memiliki akhlakul karimah yang sesuai dengan ajaran islam.

Baca juga: Strategi Sunan Ampel Benahi Moral Anak Pejabat Kerajaan Majapahit

Kesuksesan Raden Rahmat dalam menggembleng para nayaka praja maupun para putra-putri kaum bangsawan Majapahit ini lah yang menjadi tolok ukurnya.

Dikutip dari buku ‘Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit’, lama-kelamaan Raden Rahmat yang mengasuh pesantren di daerah Ampeldenta itu dijuluki oleh masyarakat setempat dengan sebutan Sunan Ampel. Mengapa? Sebab, Raden Rahmat telah mengangkat daerah Ampeldenta di mana ia mengajar di sana.

Dewi Chandrawati sebagai istri dari Sunan Ampel pun menyadari bahwa dirinya adalah istri seorang ulama yang dituntut untuk ikut membina kalangan para ibu dan remaja putri.

Masyarakat setempat pun menjulukinya dengan sebutan Nyai Ageng Manila. Sebutan ‘Nyai Ageng’ ini mengisyaratkan bahwa ia adalah seorang ulama besar perempuan, bukan sekadar istri seorang ulama besar.

Seiring berjalannya waktu, pernikahan antara Sunan Ampel dengan Dewi Chandrawati alias Nyai Ageng Manila dikaruniai keturunan. Mereka dikaruniai enam orang anak, yaitu Maulana Makdum Ibrahim, Raden Qasim, Maulana Akhmad, Siti Muthmainnah, Siti Alwiyah, Siti Asyikah.

Dengan sepenuh hati, Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila merawat, mendidik, dan membesarkan mereka supaya kelak menjadi orang-orang yang saleh atau salehah.

Sebelumnya 1 2 Selanjutnya #Istana Majapahit #Dewi Chandrawati #Prosesi Pernikahan #Sunan Ampel #Raden Rahmat

Artikel Asli

Sumber: okezone.com




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com