Kamu termasuk people pleaser? Kenali efek bahayanya bagi mental dan fisik


KOKSTI.COM – Hai, Hopers! Kamu tahu gak, sih, tentang istilah people pleaser? People pleaser adalah istilah untuk orang yang gemar menyenangkan orang lain untuk mendapatkan penerimaan.

Dalam hal ini, people pleaser akan mengorbankan waktu dan tenaga untuk mencapai hal itu.

Lalu, kenapa jadi people pleaser adalah hal yang buruk?

Menyenangkan orang lain memang bukanlah hal yang buruk. Menjadi seseorang yang peduli dan senantiasa prihatin juga merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk menjaga sosial yang harmonis. 

Namun, semua hal itu akan menjadi masalah jika kamu malah merendahkan dan mengorbankan diri sendiri demi menyenangkan orang lain. 

Dilansir laman Verywellmind, ada beberapa konsekuensi yang akan didapatkan jika seseorang menjadi people pleaser. Yuk, simak!

Baca Juga: Daus Mini hanya dikenakan hukuman seperti ini oleh polisi setelah kepergok pakai plat nomor palsu dan rotator

Rasa kesal dan frustasi

Bagi sebagian orang, membantu orang mungkin bisa menjadi kegiatan yang dinikmati. Meskipun begitu, jika seseorang melakukan hal yang sebenarnya enggan untuk dilakukan, maka dia bisa saja merasa frustasi.

Hal ini bisa membawa mereka ke siklus yang berulang, yaitu membantu orang lain-marah karena merasa sudah dimanfaatkan-menyesal atau mengasihani diri sendiri.

Kecemasan dan stres

Ilustrasi merasa stres berat (Pexels/David Garrison)

Sebuah usaha yang dilakukan terus menerus untuk menyenangkan orang lain bisa membuat kondisi fisik dan mental lelah.

Jika terus melakukan hal tersebut, bukan tidak mungkin jika kamu akan mengalami gangguan kecemasan dan stres yang mengakibatkan kesehatanmu memburuk.

Sebenarnya, membantu orang lain bisa membawa manfaat untuk kesehatan mental. Tetapi jika tidak pernah meluangkan waktu untuk diri sendiri, maka bersiaplah untuk menerima konsekuensi dari stres yang berlebih.

Baca Juga: Kumpulan review konsumen olshop terkocak: Mesen konektor, yang dateng BH

Kemauan diri kian terkuras

Mendedikasikan energi jiwa dan raga untuk kepentingan orang lain, merupakan tanda bahwa seseorang memiliki kemungkinan kecil untuk menemukan cara dan tekad untuk tujuannya sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa energi untuk tekad dan kontrol diri mungkin terbatas. 

Maka dari itu, jika seseorang sangat berupaya untuk memastikan orang lain mendapatkan apa yang diinginkan atau butuhkan, itu berarti energi yang bisa dipakai untuk dirinya sendiri sesungguhnya tidaklah banyak.

Baca Juga: GP Ansor tolak Ustaz Syafiq Riza Basalamah ceramah, warganet: Kalau gini siapa yang radikal?

Kehilangan diri sendiri

Ilustrasi menenangkan hati dan pikiran yang sedih. Foto: Pexels/Kat Smith

People pleaser sering kali menyembunyikan kebutuhan dan keinginannya sendiri untuk bisa mengakomodasi kebutuhan orang lain.

Hal ini bisa membuat seseorang seakan-akan tidak hidup dengan dirinya yang sejati. Bahkan bisa mengakibatkan tidak lagi mengenali diri sendiri.

Melemahnya hubungan dengan orang sekitar

Jika seseorang melakukan segala hal agar bisa menggapai ekspektasi orang lain, lama kelamaan orang tersebut akan merasa sangat kesal.

Mungkin orang lain akan berterima kasih, namun mereka juga bisa menganggap remeh semua yang sudah kamu lakukan untuk mereka.

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa kebaikan kamu sedang dimanfaatkan. Karena yang mereka tahu, semua kebaikan yang mereka terima itu dilakukan atas dasar kemauan yang murni untuk membantu. Sehingga mereka tidak lagi melihat sebesar apa usaha yang sudah kamu keluarkan untuk mereka. 

Baca Juga: Sekitar 10.000 pekerja migran asal Asia tewas tiap tahun di negara-negara Teluk, penyebabnya…

Lalu, bagaimana caranya kamu tahu bahwa kamu adalah people pleaser?

Jika kamu melakukan sesuatu untuk orang lain atas dasar rasa takut akan tidak disukai, maka mungkin kamu adalah seorang people pleaser.***

Artikel Asli

Sumber: hops.id




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com