Didakwa Atas Penyebaran Data Pribadi, Adam Deni Ajukan Eksepsi


KOKSTI.COM, Pegiat Media Sosial, Adam Deni Gearka kembali jalani sidang atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE penyebaran data pribadi, Ahmad Sahroni.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Senin (14/3) dengan bacaan dakwa dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang kali ini juga Adam Deni tidak dapat dihadirkan secara langsung yang akhirnya membuat sidang digelar secara virtual.

Dalam pembacaan dakwaan, Jaksa tidak hanya memberikan dakwaan untuk Adam Deni, tetapi juga untuk Ni Made Dwita Anggari.

“Terdakwa Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari dengan sengaja dan tanpa mendapatkan izin dari korban Ahmad Sahroni untuk mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang mengakibatkan terbukanya suatu informasi,” ujar jaksa dikutip dari Kompas.com Selasa (15/3).

Jaksa juga mengungkap bahwa data yang disebarkan oleh Adam Deni merupakan data dari pembelian sepeda yang dilakukan antara Dwita dengan Ahmad Sahroni pada 2020 lalu.

Dwita mengirimkan data tersebut kepada Adam Deni pada 26 Januari 2022 lalu kemudian langsung diunggah oleh Adam Deni melalui akun media sosialnya.

“Saat itu juga memberitahukan tujuannya adalah karena terdakwa Ni Made Dwita Anggari merasa kecewa dan sakit hati pada korban Ahmad Sahroni karena menurut terdakwa masih ada tunggakan pembayaran pembelian sepeda,” tuturnya.[]

Tidak hanya memberikan data kepada Adam Deni, Dwita juga membagikan narasi yang diberikan kepada Adam Deni agar segera mengunggah dokumen tersebut.

“Terdakwa Ni Made Dwita Anggari juga mengirimkan WhatsApp kepada terdakwa Adam Deni Gearaka dengan melontarkan kalimat, ’Bilang data sudah saya terima sebanyak ini dan akan saya kirim ke KPK’,” jelasnya.

Dwita juga meminta kepada Adam Deni agar nama-nama lain yang tidak ada kaitannya dengan Ahmad Sahroni untuk diblur atau ditutupi.

“Terdakwa Ni Made Dwita Anggari menuliskan kalimat,’ Nama yang bukan Sahroni diblur ya Dam,’” katanya.

Dalam perkara ini Adam didakwa dengan Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas dakwaan tersebut, Adam Deni dan Dwita mengajukan nota eksepsi yang sidangnya akan digelar Senin (21/3). []

Artikel Asli

Sumber: akurat.co




KOKSTI.COM

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Partners : oktee.com | koksti.com | jawaban.live | Grahadi-bali.net | Yabram.com